Kumpulkan pegiat, Menteri LH pelajari pengelolaan lingkungan di Bali – Detik Kini

Kearifan lokal yang ada di Tukad Bindu ini mengelola sungai tadi saya mau belajar dan kemudian ada dialog kultural dengan daerah-daerah lain yang boleh jadi diadopsi sebagai cara untuk mengelola sungai dan lingkungan yang asri ini

Denpasar (ANTARA) – Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jumhur Hidayat mengumpulkan para pegiat lingkungan di Denpasar untuk mempelajari keberhasilan di Bali.

“Saya yang harus belajar dari masyarakat yang ada di sini, karena tidak betul kalau pemerintah serba tahu, banyak hal-hal yang kearifan lokal, kejeniusan lokal, yang kami bisa jadi tidak tahu, apalagi pemerintah pusat,” kata Menteri LH Jumhur Hidayat di Denpasar, Selasa.

Untuk itu Menteri LH mengumpulkan kisah-kisah sukses pengelolaan lingkungan seperti di Tukad Bindu Denpasar, dimana penggiat lingkungan berhasil menata sekitar aliran sungai menjadi kawasan hijau.

Baca juga: Lindungi terumbu karang, KLH perkuat pengawasan mobilitas kapal pesiar

Bersama para penggiat lingkungan dan Wali Kota Denpasar, Menteri LH juga terlibat aksi penanaman pohon cendana di daerah aliran sungai.

“Kearifan lokal yang ada di Tukad Bindu ini mengelola sungai tadi saya mau belajar dan kemudian ada dialog kultural dengan daerah-daerah lain yang boleh jadi diadopsi sebagai cara untuk mengelola sungai dan lingkungan yang asri ini,” ujar Jumhur Hidayat.

Menteri LH memandang agar serius menangani lingkungan, perlu aksi-aksi nekat dan penuh pengorbanan.

“Seperti di sini ada Gung Nik yang agak gila, nekat, berani, dan mau berkorban, sebenarnya ada banyak di masyarakat yang bisa mengedukasi dari hulu ke hilir, bisa mengelola sungai demikian bersih dengan kearifan lokal yang ada,” ujar Jumhur Hidayat.

Menteri LH Moh Jumhur Hidayat dalam aksi penanaman pohon bersama penggiat lingkungan di Denpasar, Bali, Selasa (9/6/2026). (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

Melihat aksi-aksi penggiat lingkungan di Bali khususnya Denpasar, Menteri LH memastikan akan mendukung agenda-agenda pelatihan hingga janji memberikan hibah untuk keperluan edukasi lingkungan.

Ia memandang edukasi itu penting alih-alih menyingkirkan usaha atau kelompok yang belum paham menjaga lingkungan.

Sebagai contoh di Kota Denpasar, pemerintah kota (pemkot) memiliki 200 truk sampah, sementara swakelola 700 armada, sehingga alih-alih mengganggu usaha swakelola, lebih baik memberikan edukasi untuk ikut bertransformasi.

Baca juga: Menteri LH sebut 60 persen warga Denpasar sudah memilah sampah

“Tidak boleh ada yang tergusur, yang boleh malah terserap, penciptaan pekerjaan hijau, pembangunan ekonomi hijau tanpa menggusur, reskilling, dilatih mereka,” ucap Menteri LH Jumhur Hidayat.

Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara merasa Denpasar belum sempurna dalam penanganan lingkungan, namun ia memastikan Pemkot Denpasar selalu mengedukasi masyarakat soal risiko membuang sampah ke sungai sebagai hulunya.

Yang menjadi tantangan saat ini, pemerintah daerah membutuhkan dukungan pemerintah pusat dalam membantu kebutuhan kelompok peduli lingkungan sebab selama ini mereka hanya dapat menggunakan dana CSR.

Baca juga: KLH beri waktu sebulan Denpasar-Badung pilah sampah organik dari hulu

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Sumber Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *