Bulog pastikan beras SPHP tetap terjangkau untuk masyarakat – Detik Kini

Penyaluran beras SPHP dilakukan secara masif melalui pasar rakyat, Rumah Pangan Kita (RPK), koperasi, hingga Gerakan Pangan Murah di berbagai daerah

Jakarta (ANTARA) – Perum Bulog memastikan komitmennya dalam menjaga stabilitas pangan nasional melalui ketersediaan dan distribusi beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan hingga saat ini harga beras medium SPHP di seluruh wilayah masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Bulog terus memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau. Penyaluran beras SPHP dilakukan secara masif melalui pasar rakyat, Rumah Pangan Kita (RPK), koperasi, hingga Gerakan Pangan Murah di berbagai daerah,” kata Rizal sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Program SPHP menjadi instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga beras nasional sekaligus menekan gejolak harga di pasar. Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Bulog juga terus memperkuat distribusi agar pasokan tersedia secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

“Per hari ini, penyaluran beras SPHP oleh Bulog sudah sebanyak 240 ribu ton ke berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Penyaluran tersebut terus dioptimalkan guna menjaga daya beli masyarakat serta memastikan cadangan pangan pemerintah dapat dimanfaatkan secara efektif untuk stabilisasi harga.

Selain itu, perusahaan BUMN di sektor pangan itu juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan, distributor, dan para pelaku usaha guna memastikan distribusi beras SPHP berjalan lancar dan harga di tingkat konsumen tetap terkendali.

Melalui langkah tersebut, Bulog menegaskan komitmennya sebagai operator pangan pemerintah dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan demi mendukung ketahanan pangan nasional.

Adapun Bapanas telah menugaskan Perum Bulog agar menyalurkan 828 ribu ton beras SPHP sepanjang tahun 2026. Penyaluran dilakukan langsung ke pasar rakyat; Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih); gerakan pangan murah (GPM) bersama kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta berbagai instansi lain.

Distribusi juga mencakup outlet binaan pemerintah daerah, koperasi badan usaha milik daerah, koperasi instansi pemerintah, serta Jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog yang berjumlah sekitar 80 ribu titik.

Selain itu, beras program stabilisasi juga disalurkan melalui swalayan dan toko modern guna memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau.

Penyaluran beras dilakukan dalam kemasan 5 kilogram dengan kualitas beras medium yang memiliki tingkat pecahan sekitar 25 persen serta kadar air 14 persen sesuai standar pemerintah. Bahkan kini disiapkan kemasan 2 kg.

Beras SPHP dijual sesuai dengan HET, yaitu Rp12.500 per kilogram untuk zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi); Rp13.100 per kilogram untuk zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan); dan Rp13.500 per kilogram untuk zona 3 (Maluku, Papua).

Penyaluran beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan pada 2026 dilakukan sepanjang tahun tanpa jeda, berbeda dengan pola tahun sebelumnya yang bersifat berkala mengikuti kondisi puncak panen demi menjaga harga di tingkat petani.

Baca juga: Bapanas: Harga beras stabil ditopang stok lima juta ton CBP Bulog

Baca juga: Mentan: Gudang sewa Bulog penuh, swasembada pangan menguat

Baca juga: Menteri Pertanian sebut stok beras nasional capai angka tertinggi

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Sumber Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *