Iran Tegaskan Tak Cari Konsesi AS, Fokus Cabut Sanksi – Detik Kini
JAKARTA – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran menegaskan sikapnya terhadap Amerika Serikat di tengah masih berlangsungnya tekanan ekonomi dan blokade jalur laut strategis.
Pemerintah Iran menyatakan tidak mencari “konsesi apa pun” dari Amerika Serikat dan hanya menuntut pemulihan hak-haknya, termasuk pencabutan sanksi ekonomi yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan Teheran tidak meminta perlakuan khusus dari Washington.
“Kami tidak menginginkan konsesi apa pun dari Amerika Serikat, kami hanya menuntut hak-hak kami,” kata Baghaei seperti dikutip kantor berita Tasnim News Agency, Jumat (22/5/2026).
Iran Desak Pencabutan Sanksi
Baghaei menyebut Iran menuntut penghentian kebijakan yang dianggap merugikan rakyat Iran, termasuk pencabutan sanksi dan pembebasan aset negara yang dibekukan.
“Sanksi harus dicabut, aset Iran yang dibekukan harus dibebaskan dan tersedia bagi negara,” ujarnya.
Menurutnya, selama lima dekade terakhir Iran menghadapi tekanan ekonomi berat melalui berbagai bentuk sanksi yang oleh Amerika Serikat disebut sebagai “sanksi melumpuhkan”.
Pemerintah Iran juga menolak tuduhan bahwa program nuklirnya menjadi ancaman bagi kawasan maupun dunia internasional.
“Tidak ada ancaman nuklir dari Iran terhadap pihak mana pun di kawasan maupun dunia,” kata Baghaei.
Soroti Blokade Selat Hormuz
Selain isu sanksi, Iran turut menyoroti situasi di Selat Hormuz yang masih menjadi jalur strategis perdagangan energi global.
Baghaei mengkritik blokade angkatan laut Amerika Serikat di kawasan tersebut dan menyebut tindakan itu bertentangan dengan hukum internasional.
Ia meminta Washington segera menghentikan kebijakan blokade terhadap kapal-kapal yang menuju maupun keluar dari pelabuhan Iran.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu. Serangan itu kemudian dibalas Teheran dengan aksi militer ke Israel serta sejumlah sekutu AS di kawasan Teluk, termasuk penutupan Selat Hormuz.
Gencatan Senjata Belum Hasilkan Kesepakatan Permanen
Meski gencatan senjata mulai berlaku sejak 8 April melalui mediasi Pakistan, upaya diplomasi hingga kini belum menghasilkan kesepakatan jangka panjang.
Presiden AS, Donald Trump, diketahui memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu. Namun, Washington tetap mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal yang berkaitan dengan Iran di jalur pelayaran strategis tersebut.
Situasi ini membuat ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah masih tinggi, terutama terkait stabilitas perdagangan energi global dan keamanan jalur pelayaran internasional.(*)

